Actions

Work Header

Rating:
Archive Warning:
Category:
Fandoms:
Relationship:
Characters:
Additional Tags:
Language:
Bahasa Indonesia
Stats:
Published:
2026-05-27
Updated:
2026-06-21
Words:
6,979
Chapters:
11/?
Comments:
34
Kudos:
247
Bookmarks:
32
Hits:
2,488

The Billionaire and the Lazy Noble

Summary:

Batman berdiri diam seperti monster malam, tatapan tajamnya langsung berpindah ke pria berambut merah yang tampak terlalu santai untuk seseorang yang baru saja dirampok.

Cale menghela napas kecil. “Oh. Manusia kelelawar.”
Batman menyipit. “…Kau tidak takut?”
“Aku terlalu lelah untuk takut.” Jawab Cale datar.

Chapter 1: Chapter 1

Chapter Text

Malam di Gotham City selalu dipenuhi hujan dan suara sirene.
Dan malam itu, seseorang jatuh dari langit.
“Brak!” Seorang pria berambut merah tergeletak di tengah gang sempit, masih memegang botol anggur yang entah bagaimana tidak pecah. Jas mahalnya basah kuyup, wajahnya pucat karena pusing hebat.

Cale Henituse membuka mata perlahan. “…Tempat apa ini?”
Bangunan tinggi.
Lampu neon.
Bau asap dan darah.
Bukan benua Barat.
Bukan rumahnya.
“Hebat, aku pindah dunia lagi.” gumamnya lelah.

Langkah kaki terdengar mendekat.
Sekelompok preman muncul dari ujung gang.
“Lihat tuh, orang kaya nyasar.”
“Dompetnya pasti tebal.”
Cale menatap mereka malas.
Biasanya ia akan menyuruh orang lain membereskan masalah seperti ini. Salah satu preman menarik kerah bajunya.
“Kasih semua barang berhargamu—”
Tubuh pria itu tiba-tiba terpental menghantam dinding.

Bayangan hitam turun dari atap.
Jubah gelap berkibar di tengah hujan.
Para preman langsung pucat.
“B-Batman!”
Batman berdiri diam seperti monster malam. Tatapan tajamnya langsung berpindah ke pria berambut merah yang tampak terlalu santai untuk seseorang yang baru saja dirampok.
Cale menghela napas kecil. “Oh. Manusia kelelawar.”
Batman menyipit. “…Kau tidak takut?”
“Aku terlalu lelah untuk takut.” Jawab Cale datar

Jawaban itu membuat Batman diam sesaat.
Orang normal akan panik.
Gemetar.
Kabur.
Namun pria ini hanya tampak… kesal.
Batman memperhatikan lebih detail.
Pakaian mahal.
Tangan tanpa luka kerja kasar.
Namun posturnya aneh—terlihat lemah, tapi insting bertahannya luar biasa.
Dan matanya…Mata seseorang yang pernah melewati terlalu banyak hal.

“Kau siapa?” tanya Batman rendah.
“Cale Henituse. Seorang pengangguran profesional.”
“…Bukan jawaban yang bagus.”
“Itu jawaban jujur.”
Batman menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya melempar alat komunikasi kecil. Beberapa menit kemudian, mobil hitam mewah berhenti di ujung jalan.
Seorang pria tua dengan payung keluar tergesa. “Master Bruce, saya sudah datang.” Alfred Pennyworth berhenti ketika melihat pemuda asing yang duduk santai di tanah sambil memegang botol anggur. “…Apakah ini korban?”
Batman tetap datar. “Aku belum yakin.”
Cale mengangkat tangan sedikit. “Halo.”
Alfred tersenyum sopan otomatis. “Halo juga Tuan muda misterius.”

Batman masih memperhatikan Cale tanpa berkedip, naluri detektifnya berteriak bahwa pria ini berbahaya.
Bukan karena kekuatan.
Melainkan karena ketenangannya.
Orang yang tersesat di Gotham City biasanya akan hancur dalam satu malam.
Tapi pria ini, ia malah tampak seperti sedang menilai seberapa merepotkan kota itu baginya.
Dan anehnya…Batman merasa Gotham baru saja kedatangan badai baru.